Pages

Subscribe:
SELAMAT DATANG DI BLOG INI

Labels

Selasa, 06 Desember 2011

Cantik


Hafyzov
25-10-2011
Sebuah aktivitas pendidikan mempertemukanku dengan sosok yang bernama Cantik di kampus ini. Cantik, sebuah nama yang cocok dengan keadaannya, cantik. Sebuah keindahan pada sosok wanita. Keindahan sebagai perpaduan garis kecantikan Sang Ibu dan ketampanan Sang Ayah. Keindahan yang tak memerlukan mahkota seperti Miss Universe untuk diakui.
Cantik, Kau ibarat Melati dengan keindahannya yang lestari. Menghadirkan wewangian dari aromanya yang segar dan semerbak ke sekelilingnya, mengundang kumbang kumbang tuk sekadar mengintai atau merayunya dengan suara dengungannya yang tak dimengerti. Mengelilinginya.
Cantik, kecantikanmu menjadi bagian yang tak terlupa diskusi mereka disini, selain saat mereka berdiskusi dalam suasana keceriaan, bersahabat, dan saling protes. Kecantikanmu membukakan mata mata yang seperti terhibernasi. Kecantikanmu membuat lisan lisan itu semakin akrab dengan suara lirih, bisik bisik tentangmu, dan yang lainnya.
Cantik, kecantikanmu tak bisa kau rahasiakan seperti saat Aku dan mereka menyaksikan secercah cerah senyum manismu. Senyum manis yang Akupun tak pernah mengerti dan tak pernah tau untuk siapa. Cantik, sebenarnya kau itu siapa?.

Senin, 05 Desember 2011

Sayyidina


Hafyzov
30-11-2011
Sayyidina…
Ketika hati trus saja meratap
Ketika mata kian rindu menatap
Aku ingin hampirimu di beranda beranda pertemuan dengan suara berderap
Aku terbangun dari lelap
Meski disekitarku semakin gelap
Sayyidina…
Mengingatmu menjadi candu
Mengharum seharum harumnya
Seharum kuntum bunga bunga
Seharum parfum parfum misik dan kesturi
Seharum harumnya
Sayyidina…
Menyebut namamu
Semerdu alunan melankolis sejuta syahdu
Damai sentosa
Semerdu merdunya
Menyesaki jiwa rasuki panca indra
Sayyidina…
Sungguh aku tertawan cinta padamu
Aku sebut namamu
aku rindu
Sayyidina…
Aku pinta samudera syafaatmu, atau
Cipratilah setetes saja keringatmu
Agar meresap lewat pori pori dan menyatu dalam darahku
Agar rindu rinduku mengalir tak habis habisnya
Mengalir bersama darah darah dalam tubuhku
Aku panggil namamu dengan segenap rinduku
ALLAHUMMA SHOLLI ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMAD

R A G U


Hafyzov
05 december 2011
Seperti anak kecil mengejar layang layang putus dari benangnya. Bercucuran keringat, dengan dada naik turun, bernafas tak teratur karena tenaga telah terkuras sepanjang pematang yang ditapakinya, sementara layang layang melayang entah akan merendah kemana dan semakin jauh. Semakin jauh berlalu, ia semakin ragu dan termangu. Kalaupun harus ditinggal dan dibiarkan berlalu begitu saja, layangan itu adalah yang pertama dari hasil rautan dan rangkaian jari jemari tangannya yang dalam benaknya terlintas satu kata yang terangkai rapi dari lisannya, “hmmm…indah”.
Seperti itu mungkin umpama yang bisa ku samakan dengan kemondar mandiran jiwa dan perasaanku. Aku ragu. Ya ragu. Aku ragu apakah mungkin aku dapatkan cinta itu. Cinta yang semakin jadi dambaanku. Ya seperti umpama itu, saat aku kejar dengan sebuah pengungkapan, dia hanya memberi aku sebuah isyarat yang semakin membuatku terantai ragu. Bukan sebuah kejujuran, juga bukan dusta. Menjadikan Enigma enigma dan puzzle puzzle senantiasa bertebaran, mengkontaminasi segenap gerak putar pemikiranku, karena Dia.
Apa yang kuaalami bukan seperti kala aku haus, yang dengan mudah aku meneguk segelas air, lalu sebentar juga akan lenyap rasa kering tenggorokakanku. Bukan juga kala aku terayu kantuk, yang dengan mudah aku rebahkan tubuhku, lalu pejamkan mata, sebentar juga aku kan terlelap. Namun, sesungguhnya bukan itu yang terjadi. Ibarat dalam gelap, aku terlalu lama akan dapatkan seberkas saja sinar terang tuk segera berlalu, lalu berlari membawa harapan yang tlah mengendap di dasar hatiku tanpa harus berurusan lagi dengan ragu itu.
Entah sampai kapan aku harus terus ragu seperti ini, terantai enigma dan tanpa jawaban ?...